Apakah Pelumas “Baru” Hidrolik Anda Sudah Terjamin Bersih?

Mesin hidrolik membutuhkan pelumas yang bersih agar dapat beroperasi secara efisien dan aman. Masalah yang disebabkan oleh kontaminasi, seperti endapan lumpur, dapat menyebabkan peralatan hidrolik macet atau berperilaku tidak menentu, yang akhirnya mengganggu proses produksi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menguji oli “baru”, terutama oli hidrolik, saat oli tersebut tiba dan belum dimasukkan ke dalam mesin. Beberapa fasilitas menggunakan pendekatan yang lebih proaktif, seperti memanfaatkan separation system untuk memastikan oli hidrolik mencapai kondisi yang sangat bersih sebelum digunakan pada peralatan.

BAGAIMANA PELUMAS “BARU” HIDROLIK DAPAT TERKONTAMINASI?

Ada banyak faktor yang menyebabkan pelumas baru menjadi kotor atau tidak sesuai spesifikasi. Beberapa penyebab umum antara lain:

  • Wadah yang terkontaminasi, seperti drum atau kemasan yang tidak steril.
  • Kontaminasi silang yang terjadi selama proses repacking dari kemasan besar ke kemasan kecil.
  • Kesalahan pelabelan yang menyebabkan penggunaan pelumas yang tidak sesuai spesifikasi.

Selain itu, dalam proses produksi, serpihan kecil sering kali dihasilkan dan terbawa udara, kemudian masuk ke dalam mesin atau produk. Jenis produksi yang lebih kotor umumnya memiliki kontrol kebersihan yang lebih longgar, sehingga risiko kontaminasi menjadi lebih tinggi.

Komponen base oil (minyak dasar) juga memegang peranan penting. Komposisi pelumas industri terdiri dari 95-99% base oil dan 1-4% aditif. Semakin bersih base oil, semakin bersih pula pelumas hidroliknya. Namun, kebersihan aditif tidak boleh diabaikan. Tidak ada gunanya menjaga minyak dasar tetap bersih jika aditif yang digunakan tercemar.

MANFAAT PELUMAS HIDROLIK YANG LEBIH BERSIH

Sebagian pengguna pelumas beranggapan bahwa menghemat biaya perawatan dapat dilakukan dengan memilih pelumas termurah (rupiah per liter) tanpa mempertimbangkan standar kebutuhan mesin. Pendekatan ini sering kali berujung pada kerusakan besar yang mengganggu produksi.

Dengan membersihkan pelumas melalui proses filtrasi atau menggunakan pelumas hidrolik yang telah terjamin kebersihannya, masa pakai peralatan dapat meningkat hingga 35 persen. Pilihan ini terbukti lebih efisien dalam jangka panjang dan membantu menjaga keberlangsungan proses produksi.

BAGAIMANA MENENTUKAN PELUMAS HIDROLIK YANG TEPAT?

Saat Anda harus memilih pelumas hidrolik yang sesuai, berikut adalah beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:

  1. Perhatikan Viskositas Pelumas
    Tingkat kekentalan pelumas harus sesuai dengan standar mesin. Memilih viskositas yang tepat merupakan faktor terpenting dalam memilih oli atau fluida hidrolik. Jika kekentalan tidak sesuai dengan suhu pengoperasian mesin, komponen hidrolik dapat mengalami kerusakan lebih cepat dari yang seharusnya.

  2. Cek Indeks Viskositas (Viscosity Index)
    Jika sistem hidrolik harus beroperasi dalam rentang suhu yang ekstrem, misalnya suhu beku di musim dingin dan suhu tropis di musim panas, maka diperlukan oli dengan indeks viskositas yang tinggi. Oli jenis ini mampu mempertahankan viskositas dalam batas optimal pada berbagai kondisi suhu.
    Ketika viskositas fluida dapat dipertahankan dalam kisaran optimal, biasanya 25 hingga 36 centistokes, efisiensi sistem hidrolik akan maksimal. Penggunaan pelumas multigrade pada kondisi tertentu juga dapat mengurangi konsumsi daya sistem hidrolik.

  3. Pilih Aditif Anti Wear (AW)
    Aditif AW berfungsi menjaga pelumasan mesin dalam kondisi beban kerja ekstrem. Endapan atau penyaringan yang buruk pada mesin hidrolik dapat mempercepat keausan komponen. Untuk memastikan performa optimal, konsultasikan kebutuhan pelumas hidrolik Anda kepada kami.