Bahaya Kontaminasi Air Pada Bearing

Lingkungan mesin yang berada di area basah atau terpapar langsung dengan air, seperti pada produksi kertas, produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), atau proses lain yang serupa, sangat berpotensi merusak atau memperpendek usia pakai bearing. Bahkan, hanya sedikit air (kurang dari 500 ppm) sudah cukup untuk secara substansial mengurangi masa pakai bantalan elemen gelinding. Oleh karena itu, artikel ini tidak berfokus pada pertanyaan apakah air berbahaya, melainkan bagaimana air dapat menyebabkan kerusakan. Dengan memahami bagaimana air menyerang dan menyebabkan kerusakan, Anda dapat menetapkan langkah-langkah preventif melalui pemilihan pelumas, bearing, dan segel yang optimal untuk melindungi mesin Anda.

AIR "ANCAMAN UTAMA BAGI MESIN"

Air merupakan salah satu kontaminan paling berbahaya bagi mesin. Masalah yang ditimbulkannya dapat merusak oli pelumas, baik secara perlahan maupun mendadak. Dalam banyak kasus, kerusakan yang paling parah terjadi melalui reaksi berantai atau berjenjang. Sebagai contoh:

  • Oksidasi dini pada pelumas. Air dapat memicu oksidasi dini pada pelumas. Ketika oksida bercampur dengan lebih banyak air, terbentuk cairan asam yang bersifat korosif.
  • Peningkatan viskositas oli. Oksidasi dapat menghasilkan zat tidak larut yang meningkatkan viskositas oli. Hal ini menghambat aliran oli dan menyebabkan kerusakan pada bearing.
  • Penahanan udara dalam oli. Air dan lingkungan oksidatif dapat menyebabkan oli menahan udara, yang memperburuk masalah pelumasan.

PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN BEARING

1. Retakan yang Disebabkan oleh Hidrogen
Retakan ini sering disebut kerapuhan atau gelembung hidrogen. Sumber hidrogen bisa berasal dari dekomposisi air, elektrolisis, atau korosi, yang diperparah oleh keberadaan air. Retakan ini akan merambat hingga menyebabkan pecahnya bearing. Semakin tinggi kekuatan baja, semakin besar risiko ini. Sulfur dari aditif (tekanan ekstrem/EP, antiaus/AW), atau minyak mineral dengan kandungan pengotor sulfur, juga dapat memicu korosi hidrogen dan retakan logam.

2. Korosi pada Bearing
Air, bahkan dalam bentuk larutan, dapat menyebabkan karat. Air dan asam merupakan faktor utama yang memicu korosi. Permukaan bearing yang berkarat akan berlubang sehingga mempercepat keausan dan mengurangi usia pakai bearing.

3. Penipisan Oil Film
Oil film pada pelumas berfungsi melindungi lapisan bearing dari gesekan dan beban kerja mesin. Namun, ketika air masuk ke dalam bearing, ketebalan oil film akan berkurang, menyebabkan gesekan langsung antara elemen rolling dan raceway. Hal ini dapat menimbulkan retak lelah, korosi pitting, dan spalling pada bearing.

4. Kehilangan Pelumas
Jika grease terkontaminasi air, grease akan melunak dan mudah mengalir keluar dari bantalan. Semprotan atau cipratan air bahkan dapat langsung membersihkan grease dari bearing. Oleh karena itu, pelumas dengan ketahanan tinggi terhadap cipratan air sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini.

Solusi yang paling jelas adalah solusi proaktif, yaitu sebisa mungkin mencegah air masuk ke dalam grease dan bearing. Taktik pencegahan terhadap kontaminasi merupakan investasi perawatan yang bijak. Pemilihan grease yang tahan terhadap semprotan air serta memiliki base oil dan aditif yang sesuai dengan kebutuhan mesin akan sangat membantu dalam lingkungan kerja yang basah.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda, tim ahli di Surya Jaya Wijaya siap membantu. Hubungi kami, supaya Anda dapat melindungi performa mesin Anda dan memperpanjang usia pakai bearing dengan solusi yang tepat.