Mitos Atau Fakta Minyak Goreng Bisa Dijadikan Pelumas ?

Sudah sejak lama beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa minyak goreng dapat dicampur dengan pelumas mesin, bahkan ada beberapa yang mengganti pelumas mesin dengan minyak goreng sepenuhnya. Beberapa pengguna media sosial bahkan menerima informasi tersebut tanpa mengetahui efek negatif pada mesin. Di artikel ini, kami akan membahas tuntas apakah minyak goreng bisa dijadikan pelumas atau tidak.

PENAMPILAN MIRIP, FUNGSI BERBEDA

Jika dilihat secara kasat mata, minyak goreng memang secara bentuk mirip dengan cairan pelumas pada umumnya, memiliki kekentalan yang tampaknya dapat melindungi kontak antara logam. Namun, secara fungsi, pelumas pada mesin bukan hanya melindungi gesekan antar logam, namun juga dapat menyerap serta melepaskan panas mesin dan membersihkan mesin.

MELUMASI NAMUN BUKAN MELINDUNGI

  1. Sifat minyak goreng memiliki kekentalan yang lebih tinggi daripada pelumas otomotif. Oleh karena itu, banyak yang beranggapan bahwa ketika menggunakan minyak goreng, mesin terasa lebih halus. Namun, yang perlu diperhatikan, mesin memiliki spesifikasi kekentalannya masing-masing. Jika diberikan pelumas yang lebih kental, potensi menghambat sirkulasi oli meningkat, sehingga banyak komponen yang tidak dilumasi secara sempurna. Hal ini mengakibatkan kenaikan gram logam secara masif, serta pelepasan panas yang kurang optimal sehingga memicu mesin mudah panas atau overheat.
  2. Minyak goreng memang mempunyai sifat anti gesekan dan mampu melumasi komponen. Namun, bukan berarti minyak goreng mampu melindungi komponen dari keausan. Pada pelumas terdapat tambahan aditif anti aus. Bahkan, di beberapa pelumas gearbox industri dengan beban kerja berat dan suhu ekstrem, terdapat tambahan aditif EP untuk menunjang kebutuhan tersebut. Aditif ini tidak ditemukan pada minyak goreng.
  3. Berikut tambahan additive pada pelumas untuk membantu melindungi mesin.

4. Apakah baik-baik saja mencampurkan pelumas dengan minyak goreng? Jawabannya sangat berbahaya. Karena minyak goreng memiliki kandungan gliserida yang dapat merusak performa pelumas.

Juergen Gunawan, seorang pelatih dari Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI), melakukan pengujian mencampur pelumas dengan minyak goreng dengan hasil ASTM D 1744 dan Potentiometric Titrations (ASTM D 2896). Hasilnya menunjukkan kenaikan wear metals, contaminant elements (komponen pengotor), dan water content (kandungan air). Selain itu, ada pula perubahan terhadap viscosity index yang berimbas pada menurunnya masa pakai pelumas. Menurut Juergen, efek langsung dari naiknya wear metals adalah potensi terjadinya baret di permukaan mesin. Selain itu, karat yang terbentuk karena adanya kandungan air berlebih dari gliserida mempercepat pembentukan H2SO4 hingga terbentuk sludge (lumpur hitam) yang akan berakibat fatal bagi mesin,” (Kompas).

Berdasarkan penjelasan di atas, banyak efek negatif yang timbul ketika menggunakan minyak goreng atau mencampur minyak goreng pada mesin. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan hanya sebuah kiasan. Biaya perawatan ganti oli lebih murah daripada overhaul mesin. Gunakan pelumas sesuai spesifikasi bawaan mesin. Konsultasi seputar pelumas di Surya Jaya Wijaya gratis.