PENYEBAB PENURUNAN PRESSURE PADA KOMPRESSOR SCREW

Selain kendala overheat dan kondensasi yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, Penurunan Pressure atau Pressure Drop juga sangat berpengaruh pada produktivitas perusahan Anda, Inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk mengetahui lebih jauh mengenai pressure drop di dalam sistem udara terkompresi.

PRESSURE TURUN DALAM SISTEM KOMPRESOR ANGIN ANDA? BERIKUT PENJELASAN DAN SOLUSINYA

Didalam penggunaannya, kompresor merupakan mesin yang berfungsi untuk memampatkan atau menaikkan tekanan udara, Penurunan tekanan kompresor angin / pressure drop adalah salah satu masalah yang cukup signifikan dalam terhambatnya proses produksi karena lemahnya tekanan udara yang bergerak melalui sistem pengolahan dan distribusi.

Sistem tekanan udara yang  baik harus memiliki pressure loss kurang dari 10 persen dari tekanan pelepasan kompresor, (diukur dari keluaran tangki penerima hingga titik penggunaan).

Semakin tinggi pressure drop pada saluran, semakin besar jumlah energi yang dikonsumsi untuk mempertahankan aliran proses yang diinginkan, membutuhkan tenaga mesin lebih besar. Sebaliknya, semakin rendah pressure drop, semakin sedikit energi yang dikonsumsi, memberikan potensi untuk menggunakan tenaga mesin yang lebih rendah.

PENYEBAB PRESSURE DROP PADA KOMPRESSOR UDARA

Setiap jenis gangguan, pembatasan, atau perawatan kurang tepat pada sistem akan menyebabkan hambatan aliran udara dan menyebabkan pressure drop. Sebagian besar kasus penurunan tekanan terjadi di sisi pemakaian sistem, biasanya di titik-titik penggunaan di mana udara bisa bocor karena koneksi yang kurang tepat.

JIKA TERJADI PRESSURE DROP BAGAIMANA MENGATASINYA ?

lakukan pengecekan yang menyebabkan penurunan tekanan, periksa pada komponen kualitas udara dan distribusi udara.

  • Kualitas Udara meliputi :
    Periksa komponen berikut pada kompresor angin Anda jika Anda memiliki masalah dengan penurunan tekanan.
  1. Separator (pemisah antara angin dan pelumas)
    Pastikan separator ini berfungsi dengan baik dan tidak terlalu membebani sistem. Ketika berfungsi penuh, separator harus mencegah penyebaran oli melalui udara yang melewati sistem Anda tanpa ada efek terhadap tekanan.
  2. After-cooler: 
    Pastikan after-cooler berfungsi penuh dan bebas dari segala kotoran atau penghalang yang dapat menyebabkannya melambat atau menjadi tidak efektif.
  3. Moisture separator (pemisah kelembaban)
    Pastikan pemisah kelembapan berjalan dengan baik, jika terjadi kegagalan biasanya setiap pasokan udara keluar bisa mengandung kelembaban yang tidak wajar sehingga mengakibatkan melemahnya tekanan udara dan membuat proses pneumatik Anda kurang efisien.
  4. Pengering (air dryer).
    Pengering harus berkerja dengan kondisi normal. Jika Anda membiarkan terlalu banyak uap pada udara, itu akan menginfeksi mekanisme kompresor Anda dan membahayakan proses bertekanan. Kehadiran air yang tidak terkontrol  juga akan menghambat udara yang melewati sistem.
  • Distribusi udara :
    Dalam sistem distribusi udara, pressure drop tertinggi ditemukan pada titik-titik penggunaan dalam selang berukuran kecil atau bocor, saluran pemipaan, tubing, regulator, maupun komponen lainnya.

Itu tadi gangguan Pressure Drop yang terjadi pada kompressor udara, perlu adanya pengecekan langsung dari tenaga ahli jika terjadi kendala tersebut, minimalisir kerusakan kompressor dengan memperhatikan manajemen perawatan untuk menyelamatkan produktivitas produksi Anda. 

 Hubungi kami  untuk mendapatkan penawaran terbaik untuk maintenance dan kebutuhan sparepart kompressor Screw di seluruh Indonesia khususnya untuk wilayah Jawa Tengah dan Diy disini.