Mengenal Ard (Automatic Rescue Device) Pada Elevator

Salah satu perangkat safety yang harus terinstal pada elevator dan salah satu syarat uji kelayakan lift untuk mendapatkan izin operasional lift gedung dari DISNAKER yaitu ARD (AUTOMATIC RESCUE DEVICE).

Ketika orang terjebak dalam lift saat terjadi kegagalan listrik, untuk beberapa hotel, mall, dan apartemen yang memiliki cadangan listrik seperti genset yang cukup mungkin tidak terlalu membutuhkan ARD. Tetapi, bagaimana dengan gedung yang tidak memiliki genset atau memiliki genset tapi tidak memiliki daya yang cukup untuk menjalankan lift? Saat itulah ARD dibutuhkan karena pada dasarnya merupakan penyimpan daya listrik dan kontrol yang digunakan untuk menggerakan lift ke lantai terdekat dan membuka pintunya.

SISTEM SAFETY ELEVATOR ARD

ARD mulai di kembangkan dari waktu-kewaktu, ARD mengadopsi sistem seperti UPS (Uninterruptible Power System). Menggunakan baterai (biasanya accu kering 12V sejumlah sesuai kebutuhan) untuk menyimpan tenaga listrik PLN. Fungsinya saat listrik PLN padam, ARD menggunakan cadangan daya tersebut untuk menggerakkan kabin lift menuju ke lantai yang terdekat, dan sekaligus membuka pintu lift sehingga penumpang bisa keluar atau bisa diringkas sebagai energi cadangan ketika terjadi kegagalan listrik.

TUJUAN DAN FUNGSI ARD

Tujuan dipasangnya ARD pada Elevator antara lain :

  1. Mengurangi risiko orang terjebak di dalam sangkar/kabin lift ketika terjadi kegagalan listrik sehingga apabila terjadi kegagalan listrik secara tiba-tiba pintu lift masih dapat beroperasi.
  2. Mengurangi risiko lift berhenti tidak pada level lantai ketika terjadi kegagalan listrik sehingga apabila terjadi kegagalan listrik secara tiba-tiba, sangkar/kabin lift masih dapat mengantarkan hingga level lantai tercapai.
  3. Mengevakuasi penumpang secara otomatis sehingga apabila terjadi kegagalan listrik secara tiba-tiba, sangkar/kabin lift otomatis mengevakuasi penumpang hingga lantai dasar/lantai tujuan terdekat (tergantung program dari lift).
  4. Menyelamatkan perangkat keras maupun perangkat lunak lift akibat kegagalan listrik sehingga perangkat lift awet.

BAGAIMANA CARA KERJA ARD ?

Begitu sumber tenaga listrik putus atau terjadi pemadaman arus listrik, ARD mulai bekerja mengambil alih tugas lift controller dengan mengeluarkan arus searah dari simpanan (stand by) cell batteries melalui static frequency converter. Energi yang didapatkan dari mengkonversi supply DC (Direct Current) dari Accu/Battery yang terdapat pada panel ARD ke tegangan AC (Alternating Current) inilah yang akan menggantikan listrik input apabila terjadi kegagalan pada listrik sehingga menggerakkan motor lift. Biasanya lift bergerak ke arah bawah ketika lift ada penumpang dan jika lift kosong maka akan bergerak ke arah atas. Gerakan hanya sampai lantai terdekat saja dan kemudian membuka pintu lift.

Stand by battery jumlahnya tergantung dari rate power motor lift. Jika sumber tenga listrik sudah pulih, maka secara otomatis akan terisi kembali dalam waktu 30 menit dan siap dapat bekerja kembali. Namun ARD didesain hanya untuk mengantisipasi pemadaman listrik. Dalam setahun, wajarnya listrik padam jauh di bawah 100 kali. Ketika ARD sering digunkan dapat mengakibatkan pendeknya umur ARD dan accu yang Anda pakai.

Bagaimana pembahasan ARD kali ini? Penting sekali bukan untuk keamanan suatu lift, apakah lift Anda sudah dilengkapi ARD?

Tertarik dengan pemasangan Unit baru, Maintenance, Moderenisasi dan Sparepart Elevator Berkualitas? Segera konsultasikan kebutuhan Anda